Sunday, October 30, 2011

Puisi Heru Emka


 
DALANG SUNGSANG
dongeng bagi Nugroho Suksmanto -
 
 
alam terdiam senyap
sunyaruri yang sempurna
waktu masih terlelap
dalam nyenyak tidurnya
 
tanpa kedua saudaranya
Brahma dan Wisnu
Shiwa pergi mengembara
dalam  luas langit bisu
 
merenangi energi gelombang
menjelajah rasi bimasakti
menyimak solilokui bintang
bercakap dengan diri sendiri
 
menjelang planet hijau
berkelebat cahaya ungu
berpendar dalam kilau
bangunkan tidur waktu
 
menumpang kilat cahaya
Shiwa tangkas mengejar
hasrat terpendam di dada
dihentak getar mendebar
 
menjelang orbit bumi
Uma jelita menjelma
menyerahkan pada pelangi
indah tubuh yang terbuka
 
saat Uma membentang paha
Shiwa tersengat sihir ekstasi
pendaran warna di ujung vulva
janjikan nikmat beragi
 
langit pun jadi meriah
oleh ledakan energi
saat Shiwa menembus celah
perawan Uma yang suci
 
di puncak kama
mata Shiwa yang ketiga
lebar terbuka
pancarkan bara kata-kata
 
laju kata menyala
menari di langit bumi
menyulut daya cipta
membuat mega berwarna-warni
 
sperma kata Shiwa
menghamili sunyi pagi
melahirkan Batara Kala
raksasa yang baik hati
 
setibanya di dinding batu
Kala menanggalkan taringnya
lalu goreskan aksara baru
sebagai puisi yang pertama
 
            -semarang, lepas tengah malam,
            24 desember 2010 -
ANDAI SEMAR SEORANG PEREMPUAN
 
andai Semar 1) seorang perempuan, pasti tak akan terjadi perang
Bharatayuda 2) dan berbagai perang saudara lainnya, karena kepada
ksatria asuhannya selalu diajarkan untuk mendahulukan kasih sayang
menghentikan segala bentuk pertikaian dan lebih menghargai cinta,

andai Semar seorang perempuan, mungkin keluarga Pandawa 3) dan Korawa, 
saling sepakat untuk membentuk persemakmuran, dan menjalin kongsi untuk
menjadikan padang Kurusetra 4) sebagai tujuan wisata kelas dunia dan sepakat memecahkan semua perbedaan melalui konferensi tingkat tinggi.

andai Semar seorang perempuan, mungkin Prabu Kresna 5) tak lagi main siasat,
namun menjadi Menteri Komunikasi, yang merumuskan semua bentuk lobi dan  diplomasi. sedangkan Patih Sengkuni 6) tak lagi getol melakukan berbagai rapat konspirasi tingkat tinggi, namun menggelar lomba komedi hingga seluruh negeri.

andai Semar seorang perempuan, para raksasa akan memangkas semua taringnya,
para ksatria akan belajar memasak, para selir boleh menyibukkan diri untuk mrmbentuk Komisi Selir Anti Poligami, lalu Srikandi 7) akan mengkampanyekan diri menjadi raja, dan bisa jadi Kamasutra 8) menjadi bacaan utama, menggantikan kitab Bhagawad Gita 9)

andai Semar seorang perempuan, ya ya ya, andaikan Semar itu seorang perempuan, mungkin dunia pewayangan akan menjadi lebih romantis, seperti serial kisah sinetron, buto Cakil 10) tak lagi merampok di tengah hutan, namun membuka resort peristirahatan, sementara seminar tentang Ksatria Ramah Keluarga terselenggara di setiap wilayah.
 
 ya, wahai Semar, yang melupakan diri sebagai dewa bernama Bhatara Ismaya 11), pengasuh para ksatria yang menjadi rakyat jelata, menyebut dirinya Sang Pamomong 12), amalkan filsafat Kantong Bolong,; dari kehampaan berpulang jua menuju asalnya, dan ajarkan kelebihan harkat dan derajat tak menjadikan orang lupa diri dan sombong

andai Semar seorang perempuan, apakah pakem 13) pewayangan akan berubah semua ? apakah para ksatria akan serempak mogok bekerja menuntut dominasi keperkasaannya ? apakah para puteri terpompa semangat, bersatu menuntut persamaan hak dan poliandri ? andai Semar seorang perempuan, akankah terbuka toleransi bagt sebuah imajinasi ?

- smg - 07022919 -
CITRAKA 1)
 
kata kakekku dulu, musim kasa dan karo 2) adalah musim ikan
dorang dan ikan sembilang, laut sungguh lembut, bagai permadani
biru. sinar fajar masih terbenam saat mereka tempuh perjalanan
mencumbu laut hanya berdua, lalu bernyanyi mendampingi sepi 
 
kata kakekku dulu, nelayan adalah anak kandung lautan,
mengapung di arus, sambil menatap bundar rembulan,
mengurai jala sambil berdiri di atas limaran 3)
menatap seri pada pendar kilau rombongan ikan
 
pada lembaran biru padam permadani lautan
membayang lingkaran busa putih kehijauan
ikan banyar berarakan membawa janji
lalu jala ditebar menangkap pasti
 
cumbuan ombak di lunas perahu
menjadi dendang penumbuh rindu
sengatan badai di malam hari
menjadi ujian peneguh diri
 
kata kakekku dulu, senyuman lembut lautan
ramak menanti setiap hari , sedang cuaca tak
pernah bersikap kejam. selalu kail dan ikan
ramah berteman, di balik geliat sang ombak
 
kini kilau hitam tumpahan minyak
terbawa arus mengekor ombak
di pinggir, ikan-ikan mati mengambang
di tengah, nelayan asing rusuh menerjang
 
angin bahkan tak lagi seramah dulu
enggan berhembus setiap waktu
motor perahu yang susah terbeli
harga BBM pun menjulang tinggi
 
            -  menjelang larut malam, 7 januari -2011 -

No comments:

Post a Comment